DisusunOleh :
Penulis Artikel : Didin Suseno
Nomor HP :
0852-1096-4902
Fakultas : EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS : MERCU BUANA JAKARTA BARAT
Anak menjadi suatu yang sangat
penting terutama bagi kehidupan khususnya dalam rumah tangga,Kehidupan mungkin
akan terasa hampa tanpa kehadiran seorang anak,begitu pentingnya anak,Orang tua
melakukan apapun demi kelahiran seorang anak yang dinanti-natikanya untuk
mendapat buah momongan dalam janinya,anak adalah anugrah dari tuhan yang
diberikan kepada setiap insan manusia,agar manusia bersukur kepada tuhan yang
maha Esa,anak juga bukan semata-mata amanah yang dititipkan begitu saja,namum
anak harus dijaga,dirawat dengan penuh kasih sayang dan mungkin disisi lain
masih banyak orang yang tak mempunyai momongan karena masalah sesuatu yang
harus dihadapinyaserta anak pun menjadi yang paling berharga bahkan tak
tetnilai harganya kerena bagaikan mutiara dalam kehidupan.
Dalam hukum negara seorang anak
sudah dijamin kelangsungan hidupnya seperti yang tertuang dalam undang-undang
Hak Asasi Manusia Pasal 28B Ayat (2) menjelaskan “Bahwa setiap anak berhak atas
kelangsungan hidupnya,tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari
kekerasan dan diskriminatif”.Undang-undang itu satu diantara sekian banyak
undang-undang yang menjelaskan bahwa betapa pentinya anak bagi seorang keluarga
bahkan sampai bangsa dan negara untuk dimasa yang akan datang.
Begitu pentingnya anak tak
tanggung-tanggung pemerintah membuat peraturan tentang Hak Asasi Anak,bahkan
sampai kelangsungan hidupnya pun menjadi perhatian khusus dimata pemerintah, memang
benar apabila suatu negara mempunyai anak-anak yang cerdas bukan nantinya akan
membuat bangsa dan negara ini lebih maju. Bayangkan apabila disuatu negara
anak-anak yang lahir dibiarkan tanpa ada peraturan maka apa gunanya
pemerintah,karena nantinya anak menjadi penerus-penerus bangsa dan negri ini
dimasa yang akan datang.Perkembangan zaman yang begitu cepat dan ditambah
dengan melesatnya Era Globalisasi yang penuh dengan kecanggihan ilmu
pengetahuan akan teknologi membuat seseorang menjadi eksis, Disisi lain
pertumbuhan anak atau tingkat kelahiran anak pun cukup tinggi ,Tidak salah apabila
Indonesia menempati urututan keempat dunia dengan jumlah penduduk lebih dari
250 juta jiwa,dan tambah lagi tegangnya kondi siekonomi Indonesia yang sangat berpengaruh
untuk semua aspek kehidupan khusunya di Negara Indonesia, Dengan jumlah penduduk
yang amat banyak serta goyahnya kondisi ekonomi membuat timbulnya berbagai masalah
terutama bagi anak-anak di negri ini.Jika kita lihat mirisnya anak-anak
Indonesia yang masih banyak kekurangan perhatian orang tua, masyarakat bahkan pemerintah,
Sehingga banyak anak-anak yang terjerat dalam hukum,Bukan hanya itu saja anak-anak
yang seharusnya mendapatkan pendidikan dan bimbingan malah bekerja untuk mencari
nafkah sungguh ironi Negara besar dengan sejumlah kekayaan alam melimpah ruah tak
mampu menghidupi penduduknya.
Sekarang hanya berharap bahwa suatu
saat nanti anak-anak negri ini mendapatkan apa yang sudah seharusnya menjadi haknya,
Mungkin pandangan itu jauh dari kenyataan dimana akhir-akhir ini banyak berita,
topik up date membicarakan tentang kekerasan terhadap anak, Hal ini menunjukan bahwa
perlindungan dan kenyamanan seorang anak belum dinyatakan dengan pasti keamanan
dan perlindunganya yang mana sudah dijamin kelangsungan hidupnya didalam undang-undang,
Dimana kekuatan hukum yang sebenarnya, Bukankah negri ini Negara hukum yang
setiap aspek kehidupan didasari atas hukum, Bahkan pemerintah telah membentuk Komisi
Nasional Hak Asasi Manusia (KOMNAS HAM).Yang semata-mata bertugas untuk menegakan
keadilan atas hak manusia termasuk didalamnya hak anak, Sedemikian sempurnanya pemerintah
ingin menegaskan hak asasi manusia untuk kebebasan setiap manusia, tetapi lihatlah
kenyataanya masih banyak kekerasan terhadap anak yang sering terjadi dilingkungan
masyarakat dan sudahkah penegagkan keadilan hak asasi manusia sejalan dengan semestinya,
serta benarkah HAM selalu ditegagkan padahal masalah-masalah baru selalu datang
yang lebih ironinya masalah penegakkan HAM yang bahkan bertahun-tahun sampai sekarang
tak kunjung selesai, bagaikan jalan tak berujung yang selalu lurus menerjang apapaun
yang ada dihadapanya.
Terhadap pentingnya hak kebebasan hidup
ini menunjukan ketidak mampuan seseorang dalam menegakan keadilan terhadap perlindungan
hak asasi manusia anak. Anak bagaikan mutiara dalam kehidupan apabila mutiara itu
dijaga dengan baik kemudian dirawat dengan penuh perhatian maka mutiara itu akan
terlihat sangat isimewa, begitu pun demikian anak yang dianugrahi oleh tuhan kepada
manusia harus lah di Jaga, di didik, dan dibimbing dengan penuh kasih sayang yang
tulus Karena nantinya anak itu akan menjadi mutiara-mutiara yang tumbuh dengan sempurna
sebagai harapan anak akan membantu orang tua bahkan mengabdi terhadap Negara
bangsa dan agama.
Segala sesuatu yang terjadi dikehidupan
mempunyai kebaikan dan keburukan, Serta kelebihan maupun kekurangan begitu demikian
dengan seorang anak. Apabila an bahan pelapi san tidak diperhatikan arah hidupnya
,diberikan saja bagaikan ayah tak punya orang tua,apa sebenarnya yang
menyebabkan hal seperti itu terjadi dikalangan masyarakat kekerasan terhadap anak
melimpah ruah tanpa dicegah atau pun mengatisipasinya. Dimana dasar hak asasi baik
jasmani atau pun rohani, peran orang tua serta penegakan hukum terhadap anak dimana-mana.
Apakah manusia sudah tidak punya kesaran terhadap anak sehingga anak menjadi permasalahan
yang tak kunjung mendapatkan solusinya, Sungguh ironi anak yang seharusnya menjadi
mutiara dalam kehidupan berbalik menjadi petaka dalam kehidupan.
Kekerasan terhadap anak yang belum
optimal penegakan hak asasi terhadap anak harusnya menjadi cerminan bagi orang
tua, masyarakat serta pemerintah untuk bekerjasama dalam mencegah terjadinya kekerasaan
terhadap anak serta penegakan hukum yang pasti dan jelas agar pelanggaran tidak
terulang kembali dan semua itu akan terjadi seberapa besar seseorang peduli terhadap
kekerasan yang dialami oleh seorang anak serta penegakan hak asasi manusia anak.
Yang didukung oleh segala kalangan baik instansi pemerintah dan juga rakyat di
negri ini. Pandangan indah jika pemerintah mengajak masyarakat untuk bekerjasama
dalam menegakan keadilan terhadap HAM dan masyarakat pun menerima ajakan pemerintah
tanpa ada hal yang dimana rakyat dan pemerintah saling membahu-bahu dalam menegakan
keadilan, terhadap hak asasi manusia, dan pada akhirnya negri ini disegani
Negara-negara lain. Bahkan disanjung atas keberhasilannya dalam upaya penegakkan
HAM.
Sekarang hanya bisa kembali pada diri
sendiri baik pemerintah maupun rakyat, pemerintah sebagai pengatur dalam Negara
seharusnya introfeksi diri tindakan apa yang akan ditempuh untuk mencerdaskan kehidupan
bangsa khususnya anak-anak negri ini demikian pula rakyat atau masyarakat sebagai
pendukung jalanya roda pemerintahan seharusnya bersikap terbuka tanpa ada hal
yang harus ditutupi agar semua harapan pada anak-anak negri bukan hanya sekedar
harapan biasa tetapi memang harapan yang tumbuh dari hati nurani semua kalangan
beik pemerintah maupun rakyat atau pun masyarakat.
Anak menjadi sesuatu yang sangat penting
terutama dalam kehidupan sudah sepatutnya orang tua memberikan pengawasan, pendidikan,
serta menjaga dari hal yang membahayakan, terhadap orang tua sibuk dengan pekerjaanya
anak dibiarkan saja tanpa ditanya apakah sudah makan apa belum hingga anak itu merasa
tidaknya mau tinggal dirumah, inilah yang akan menimbulkan kekerasan terhadap anak,
Anak yang tidak salah menjadi permasalahan yang berarti. Dan pada akhirnya anak
akan minder dalam kehidupan sehari-hari. Kekerasan terhadap anak merupakan salah
satu tindakan pelanggaran terhadap hak asasi manusia karena didalamnya terdapat
penyiksaan yang dilakukan dengan sengaja sehingga menimbulkan rasa sakit atau penderitaan
baik jasmani mau pun rohani.
Sudah sepantasnya seorang anak yang
dilahirkan mempunyai jaminan dalam kelangsungan hidupnya dan mempunyai hak
kebebasan yang pasti dalam hidupnya, tetapi faktanya masih banyak kekerasan, penyiksaan
serta penganiyayaan terhadap anak yang marak terjadi dilingkungan masyarakat, Ini
sebabnya masyarakat yang ekonominya minim seharusnya menjadi pusat perhatian pemerintah
ag ar kesejahteraan merata sehingga kebutuhan anak akan hidupnya terpenuhi lebih-lebih
pemerintah memberikan aspirasinya terhadap anak-anak yang diluar keterbatasan dalam
hidupnya. Bukan hal yang tidak mungkin, Apabila pemerintah, Orang tua serta masyarakat
luas saling membantu atau saling bahu-membahu untuk meminimalkan kekerasan terhadap
anak, Dapat meningkatkan pengawasan serta bimbingan terhadap anak.
Maka akan tercipta keharmonisasian antara pemerintah
dengan rakyat dalam meminimalkan kekerasan terhadap anak dari hal tersebut terwujud
lah Negara yang mampu melindungi segenap tumpah darah Indonesia.
Anak adalah amanah dan karunia dari
tuhan yang masa Esa yang didalamnya dirinya melekat harkat dan martabat sebagaimanusia
seutuhnya, Anak merupakan tunas, Potensi dan generasi muda penerus cita-cita perjuangan
bangsa memiliki peran strategis dan mempunyai ciri dan sifat khusus yang
menjamin kelangsungan eksistensi bangsa dan Negara dimasa depan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar