MAKALAH
DIAJUKAN UNTUK MEMENUHI TUGAS
MATA PELAJARAN
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS)
DIAJUKAN UNTUK MEMENUHI TUGAS
MATA PELAJARAN
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS)
DI
SUSUN OLEH :
1.
AGUNG
2.
DIDIN
SUSENO
3.
FAISAL
FERDIANSAH
4.
MUHAMMAD
IRFAN
Jl.bambu larangan Rt.008/09
kelurahan pegadungan kecamatan kalideres
jakarta barat.
jakarta barat.
KATA
PENGATAR
Segala puji bagi allah yang telah melimpahkan
rahmat kapada kita semua,atas rahmat karunianya dapat menyelesaikan tugas
kelompok ilmu pengetahuan sosial tapat pada waktunya,adapun tujuan tugas
kelompok ini untuk memenuhi tugas belajar,dengan adanya tugas ini kami sebagai
siswa dapat mengetahui berbagai macam informasi yang kami dapatkan dari tugas
ini.
Kami sadar betul,bahwa kami adalah
seorang pelajar yang masih banyak kekuranganya,oleh karena itu,dalam penulisan
tugas kelompok ini mengharapkan adanya kritik dan saran untuk menumbuhkan
semangat yang lebih baik dalam mengerjakan tugas kelompok yang selanjutnya.
Demikian makalah ini kami
susun,semoga bermanfaat bagi kita semua khususnya yang membaca makalah
ini,apabila dalam penyusunan kata atau huruf terdapat kesalahan terhadap
penulisan kami mohon maaf sebesar-besarnya.
PENULIS
BAB l
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A.
Latar belakang
Perkembagan zaman yang sudah tidak
bisa dipungkiri lagi adanya,seakan menjadi tantangan tersendiri bagi orang yang
tetap bertahan dalam kebiasan dahulu atau tidak mau meninggalkanya,budanya
adalah tradisi yang melekat pada suatu unsur masyarakat yang menjadikan ciri
khas suatu bangsa atau daerah.Budaya indonesia sangatlah beragam dengan
keberagaman itulah indonesia mempunyai banyak suku dan bahasa bukanlah ini
menjadi suatu kebanggaan yang sangat besar nilainya,sekarang hanya bagaimana
caranya untuk menjaga budanya tersebut tetap lestari dengan berdaban yang baru.
Adalah tugas bangsa indonesia
sendiri agar budaya lain tidak tertelan zaman tidak hanya itu budaya baru pun
harus terseleksi agar budaya negatif tidak begitu mudah masuk atau menjamur begitu
cepat di kalangan masyarakat,oleh karena itu elemen masyarakat dan pemerintah
harus saling bekerja sama dalam melestarikan budaya lokal,baik buruknya suatu
perubahan yang terjadi pada zaman tidak akan berpengaruh besar dalam budaya
lokal apabila pemerintah dan masyarakat selalu melestarikanya.
Pada akhirnya budaya lokal bila tidak
ada yang memperhatikanya ataupun peduli terhadap budaya lokal maka janganlah
heran jika suatu saat nanti yang pasti akan terjadi yaitu kehancuran budaya
lokal namun sebaliknya apabila pemerintah dan elemen masyarakat saling berusaha
dalam menjaga budaya maka budaya lokal akan tetap eksis tidak tergeser walaupun
banyak budaya baru yang masuk keindonesia.
B. Rumusan Masalah
a. Menurut pendapat anda,jelaskan
pengertian tentang budaya ?
b. Apa yang anda ketahui tentang
kebudayaan lokal?
c. Menurut pendapat anda,apa pengaruh
globalisasi terhadap kebudayaan indonesia?
d. Mengapa mentalitas kebudayaan
indonesia cenderug ke arah yang negatif?
e. Coba anda sebutkan mentalitas
kebudayaan barat (asing)?
C. Tujuan
a. Dapat mengetahui budaya lokal
indonesia.
b. Dapat mengetahui acaman-acaman
budaya.
c. Dapat mengetahui intergritas
budaya lokal.
d. Dapat mengetahui citra bangsa
melalui budaya.
A.
PENGERTIAN
BUDAYA
Budaya
berawal dari kita buddaya yang artinya budi atau akal. Kebudayaan diartikan
sebagai sesuatu yang bersangkutan dengan budi dan akal. Kebudayaan dalam bahasa
inggris disebut culture, Jerman menyebut kultur, bahasa belandanya kultuur.
Maksudnya usaha yang dilakukan pada barang atau daya pikir untuk memperbaiki
atau memulihkannya. Di bawah ini adalah beberapa definisi kebudayaan menurut
beberapa ahli di antaranya:
a)
Melville
J. Herkovits, memandang
kebudayaan sebagai suatu yang superorganik karena kebudayaan yang turun-temurun
dari generasi ke generasi tetap hidup terus walaupun orang-orang yang menjadi
anggota masyarakat senantiasa silih berganti disebabkan kematian dan kelahiran.
b)
A.L.
Kroeber dan Clyde Clukhohn, dalam bukunya Culture A Critical Review of Concepts
and Definitions dikemukakan bahwa yang di maksud dengan kebudayaan adalah
keseluruhan pola-pola tingkah laku dan pola-pola bertingkah laku, baik
eksplisit maupun implisit yang diperoleh dan diturunkan melalui simbol yang
akhirnya mampu membentuk sesuatu yang khas dari kelompok-kelompok manusia
termasuk perwujudannya dalam benda-benda materi.
c)
Koentjaraningrat,
mengemukakan
bahwa kebudayaan sebagai keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya
manusia dalam rangka kehidupan bermasyarakat yang dijadikan milik diri manusia
dengan belajar.
d)
E.B.
Taylor, kebudayaan
merupakan keselruhan yang komplek yang mencakup pengetahuan, kepercayaan,
kesenian, moral, hukum dan adat istiadat. Kebudayaan juga merupakan kemampuan
serta kebiasaan yang didapat oleh masyarakat sebagai anggota masyarakat.
e)
Selo
Soemardjan dan Soelaiman
Soemardi, dalam bukunya Setangkai Bunga Sosialogi mengemukakan bahwa
kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat. Berdasarkan
beberapa definisi para ahli diatas, dapat dikatakan bahwa budaya (kebudayaan)
berada dalam alam pikir manusia. Perilaku atau tindakan benda-benda hasil
ciptaan manusian adalah perwujudan kreasi manusia sebagai makhluk yang
berbudaya, budaya (kebudayaan) dapat digunakan sebagai pedoman atau acuan juga
latar belakang tindakan manusia tindakan manusia untuk mempertahankan
kelangsungkan hidupya. Tidak semua yang terdapat dalam kebudayaan dapat
diwujudkan dalam bentuk perilaku dan benda-benda, tetapi sebaliknya tidak semua
perilaku dikategorikan sebagai perwujudan budaya. Kebudayaan selalu berhubungan
dengan proses berpikir manusia sebelum bertindak dan menciptakan sesuatu yang
digunakan. Dengan demikian, kebudayaan diperoleh seseorang melalui proses
belajar dalam kehidupan masyarakat.
B.
PENGERTIAN
BUDAYA LOKAL
Menurut
J.W. Ajawaila, budaya lokal adalah ciri khas budaya sebuah kelompok masyarakat
lokal. Akan tetapi, tidak mudah untuk merumuskan atau mendefiniskan konsep
budaya lokal. Menurut Irwan Abdullah, definisi kebudayaan hampir selalu terikat
pada batas-batas fisik dan geografis yang jelas. Misalnya, budaya Jawa yang
merujuk pada suatu tradisi yang berkembang di Pulau Jawa. Oleh karena itu,
batas geografis telah dijadkan landasan untuk merumuskan definisi suatu kebudayaan
lokal.
Kebudayaan
lokal merupakan bagian dari kebudayaan bangsa. Kebudayaan bangsa adalah
kebudayaan yang timbul sebagian buah usaha budi raya rakyat Indonesia
seluruhnya. Pengembangan budaya lokal harus menuju ke arah kemajuan adab,
budaya, dan persatuan, dengan tidak menolak bahan-bahan baru dari kebudayaan
asing yang dapat mengembangkan atau memperkaya kebudayaan bangsa sendiri serta
mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa indonesia.
Dari
beberapa definisi yang dikemukakan di atas maka dapat diketahui ciri-ciri
kebudayaan, antara lain sebagai berikut.
a. Kebudayaan yang dimiliki manusia
diturunkan melalui proses belajar dari tiap individu dalam kehidupan
masyarakat.
b. Kebudayaan merupakan pernyataan
persaan dan pikiran manusia
Budaya
lokal sering disebut sebagai kebudayaan daerah. Menurut Parsudi Suparlan,
secara garis besar ada tiga macam kebudayaan dalam masyarakat Indonesia, yaitu
sebagai berikut:
a. Kebudayaan nasional Indonesia yang
berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.
b. Kebudayaan suku bangsa, terwujud
pada kebudayaan suku bangsa dan menjadi unsur pendukung bagi lestarinya
kebudayaan suku bangsa tersebut.
c. Kebudayaan umum lokal yang
berfungsi dalam pergaulan umum (ekonomi, politik, sosial, dan emosional) yang
berlaku dalam lokal-lokal di daerah.
Menurut
Hildred Geertz dalam bukunya Aneka Budaya dan Komunitas di Indonesia, di
Indonesia saat ini terdapat lebih 300 dari suku bangsa yang berbicara dalam 250
bahasa yang berbeda dan memiliki karakteristik budaya lokal yang berbeda pula.
Kemajemukan budaya lokal di indonesia tercermin dari keragaman budaya dan adat
istiadat dalam masyarakat. Suku bangsa di Indonesia, seperti suku Jawa, Sunda,
Batak, Minang, Timor, Bali, Sasak, Papua, dan maluku memiliki adat istiadat dan
bahasa yang berbeda-beda. Setiap suku bangsa tersebut tumbuh dan berkembang
sesuai dengan alam lingkungannya.
Keadaan
geografis yang terisolir menyebabkan penduduk setiap pulau mengembangkan pola
hidup dan adat istiadat yang berbeda-beda. Misalnya, perbedaan bahasa dan adat
istiadat antara suku bangsa Gayo-Alas di daerah pegunungan Gayo-Alas dengan
penduduk suku bangsa Aceh yang tinggal di pesisir pantai Aceh.
C.
UNSUR-UNSUR
BUDAYA
Setiap
kebudayaan yang hidup dalam suatu masyarakat terdapat unsur-unsur yang
universal, maksudnya unsur-unsur kebudayaan yang dapat diperoleh dalam semua
kebudayaan suatu bangsa di dunia. Unsur-unsur ini disebut cultural universal.
Ada beberapa pendapat para ahli tentang unsur-unsur kebudayaan di antaranya,
menurut:
1.
Bionisslaw Malinowski
Menurut beliau ada empat unsur pokok kebudayaan, yaitu:
a.
Sistem norma-norma yang
memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat agar menyesuaikan dengan
alam lingkungannya.
b.
Organisasi ekonomi.
c.
Alat-alat dan
lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan d. Organisasi kekuatan
politik.
2.
Melville J.Herskovits
Ada empat pokok kebudayaan menurut Herskovits, yaitu:
a.
Alat-alat teknologi
b.
Sistem ekonomi
c.
Keluarga
d.
Kekuasaan politik
3.
Clyde Kluckhohn
Ada tujuh pokok unsur kebudayaan menurut Clyde Kluckhohn, yaitu:
a.
Unsur Budaya Agama/Religi
Agama digunakan manusia untuk menghalau kekuatan jahat yang akan
mengganggu kehidupannya. Di sini terlihat begitu pentingnya perang agama dalam
kehidupan. Olej karena itu, unsur agama ada dalam kebudayaan. Terdapat empat
unsur dalam agama atau religi antara lain sebagai berikut:
1)
Tempat upacara agama
Tempat upacara dilakukan ditempat-tempat yang dianggap keramat dan suci,
seperti di makam, candi, pura, kuil, gereja, langgar, surau, masjid, dan
lain-lain.
2)
Waktu upacara keagamaan.
Waktu pelaksanaan upacara keagamaan dilakukan pada hari-hari penting yang
dianggap keramat.
3)
Benda-benda yang digunakan
saat upacara keagamaan.
Dalam upacara keagamaan tidak lepas dari benda-benda upacara. Benda-benda
tersebut dapat berupa patung-patung yang menggambarkan dewa-dewa, gendang,
seruling, gendering, dan lain-lain.
4)
Pemimpin upacara
Dalam melakukan keagamaan tidak lepas dari pemimpin upacara, seperti,
ketua, biksu, dukun, pendeta, dan lain-lain.
Selain itu, di dalam upacara-upacara terdapat unsur-unsur penting yang
menurut masyarakat harus ada. Unsur-unsur tersebut, antara lain sesaji, kurban,
doa, makan bersama, menari tarian suci, menyanyi nyanyian suci, berpawai,
memainkan drama suci, berpuasa, minum tuak, bertapa, bersemadi, dan lain-lain.
Setiap upacara agama umumnya mencakup semua rangkaian unsur-unsur tersebut.
Namun, setiap agama atau kepercayaan tidak menutup kemungkinan memiliki
unsur-unsur yang berbeda.
b.
Unsur Budaya Kekerabatan
Sistem kekerabatan adalah
pola kehidupan suatu kelompok masyarakat yang bersifat dan bercirikan
kekeluargaan atau kekerabatan karena adanya hubungan pertalian darah, keturunan
dari nenek moyang yang sama, dan asal-usul identitasyang sama. Sistem
kekerabatan tiap-tiap suku bangsa berbeda beda. Mereka ada yang menerapkan
system kekerabatan matrilineal, partri-lineal parental, dan sebagai nya. Pada
pertengahan abad ke -19, ahli antrologi L.H. Morgan, E.B.Taylor,dan J.J.
Bachofen telah meneliti system kekerabatan yang berlaku di dunia. Dari hasil
penelitan meraka, diketahui bahwa sitem kekerbatan manogami yang lazim berlaku
di dunia. Selain berlaku system kekerabatan patrilineal ( hubungan keturuan
dari garis laku-laki ), matrilineal ( hubungan keturunan dari garis ibu ),
tetapi ada pula system kekerabatan bilineal dan ambilineal.
1)
System kekerabatan parental
Parental adalah system
kekerabatan yang menarik garis keturunan dari kedua belah pihak, yaitu ayah dan
ibu. System kekerabatan ini di anut oleh suku Jawa, Sunda, Bugis, dan, Makasar.
System kekerabatan parental dikelompokan
lagi menjadi empat macam, yaitu sebagai berikut:
a)
Ambilineal
Ambilineal adalah system
kekerabatn yang menarik garis hubungan keluarga dari pihak ayah atau pihak ibu
secara bergantian.
b)
Konsentris
Konsentris adalah system
kekerabatan yang menaraik garis hubungan kekeluargaan samapai jumlah tertentu .
c)
Primogenitur
Primogenitur adalah system
kekerabatn yang menarik garis keluarga dari ayah atau ibu yang usianya tertua
saja ( sulung)
d)
Ultimigenenitur
Ultimogenenitur system
kekerabatn yang menarik garis hubungan kekluargaan dari ayah atau ibunya dari
usia termuda saja ( bungsu ).
2)
System kekerabatan
unilateral
Unilateral adalah sitem
kekerabatn yang menarik garis hubungan kekeluargaan dari pihak satu saja, yaitu
dari pihak ayah ( patrilineal ) atau pihak ibunya ( matrilineal ). System
kekerabatan patrilineal ini di anut oleh suku bangsa Batak, Flores, dan
Minahasa, sedangkan system kekerabatan matrilineal di anut oleh bangsa
Minangkabau.
3)
System kekerabatan
altenerend
Altenerend adalah system kekerabatan
yang menarik garis keturunan secara berganti-ganti sesuai dengan pola
perkawinan yang di terapkan orang tua. Dalam system kekrabatan altenerend,
garis keturunan patrilineal dari ibunya, demikian seterusnya. Di Indonesia
tidak di kenal system kekerabatan yang berganti-ganti ini.
Dalam system kkerabatan
alterend di kenal tiga perkawinan, yaitu sebagai berikut
a)
Perkawina berdasarkan garis
keturunan ibu, disebut kawin semendo
b)
Perkawinan berdasarkan garis
keturunan ayah, disebut kawin jujur
c)
Perkawinan berdasarkan garis keturunan ibu
atau ayah ( kawin bebas ), disebut kawin semendo rajo-rajo.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar