Selasa, 14 Februari 2017

TUGAS AKHIR SEMESTER
KKPI
TAHUN PELAJARAN 2016 – 2017
SMK PUTRA NUSANTARA








Disusun Oleh:
Nama              : Didin Suseno
GURU                        : Suparman Maulana S.Th.i



JL. BAMBU LARANGAN RT 008/09 KELURAHAN PEGADUNGAN
KECAMATAN KALIDERES
JAKARTA BARAT
KATA PENGANTAR


Segala puji bagi Allah yang telah melimpahkan rahmat kepada kita semua atas rahmat dan karunianya kami dapat menyelesaikan tugas akhir semester guna menambah nilai dan sebagai tugas akhir dikelas 12. Tepat pada waktunya adapun tujuan tugas ini untuk memenuhi tugas belajar. Dengan adanya tugas ini kami sebagai siswa dapat mengetahui berbagai macam informasi yang kami dapatkan dari tugas ini. Sebelum itu saya mengucapkan terimakasih terhadap orang yang berperan penting dalam penyelesaiian tugas diantara adalah :
1.      Bapak Qurtubi, S.sos,M.si. Selaku kepala SMK putra nusantara.
2.      Bapak Suparman Maulana, S.Th.i. Selaku pembimbing dalam pelajaran KKPI.
3.      Orang tua yang telah memebantu dalam segi meteri dan motivasi.

Kami sadar betul bahwa kami adalah seorang pelajar yang masih banyak kekurangannya, oleh karena itu, dalam penulisan tugas semester ini kami mengharapkan adanya kritik dan saran untuk menumbuhkan semangat untuk lebih baik dalam mengerjakan tugas-tugas  yang selanjutnya.
Demikian makalah ini kami susun, semoga bermanfaat bagi kita semua khususnya, dalam pendidikan, apabila dalam pengetikannya kata atau pun huruf terdapat kesalahan penulis kami mohon maaf sebesar-besarnya.


                                                                                                                                                                                                            Jakarta, Februari 2017
                                                                                    Penulis






DAFTAR ISI


Kata Pengatar                                                             ............................................................
Daftar isi                                                         ............................................................
BAB I PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang                                    ............................................................ 
2.      Rumusan masalah                               ............................................................ 
3.      Tujuan                                                 ............................................................ 
4.      Motto Hihup                                       ............................................................ 
BAB II PEMBAHASAN
1.      Proses Perkembangang Komputer      ............................................................
2.      Generasi Pertama                                ............................................................
3.      Generasi Kedua                                  ...........................................................
4.      Generasi Ketiga                                  .......................................................... 
5.      Generasi Keempat                               ..........................................................  
BAB III PENUTUP
1.      Kesimpulan                                         ..........................................................  
2.      Saran                                                   ..........................................................  












BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
Teknologi informasi dan komputer pada awal abad ke-21 ini telah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Teknologi ini pada prinsipnya adalah untuk melayani kebutuhan informasi secara tepat waktu (fast), tepat guna (accurate), dan tepat sasaran (relevant). Informasi memenuhi kebutuhan tepat waktu jika dapat tersedia pada saat dibutuhkan, sehingga memerlukan kecepatan proses. Kebutuhan tepat guna akan terpenuhi jika informasi yang dihasilkan benar sehingga mendukung pengambilan keputusan yang benar. Sementara penggunaan informasi tersebut baru dapat dirasakan manfaatnya jika diberikan kepada orang yang tepat dan benar-benar memerlukannya, sehingga informasi juga harus relevan terhadap penggunanya.
Perkembangan teknologi komputer tidak hanya mencakup teknologi yang digunakan, tetapi juga merambah sampai ke metoda pengembangan sistem informasi dan konsep-konsep yang merupakan bagian infrastruktur dari suatu sistem dan teknologi informasi. Perkembangan teknologi komputer sampai saat ini telah melalui tiga gelombang perubahan.

B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, permasalahan yang muncul dan akan dibahas dalam makalah ini yaitu:
1.      Bagaimanakah perkembangan teknologi khususnya komputer dari pertama ditemukan sampai sekarang?



C.    Tujuan
1.      Dapat mengetahui perkembangan teknologi.
2.      Dapat memahami pelajaran KKPI lebih baik.
3.      Dapat mengetahui Maanfaat belajar KKPI.
4.      Dapat memahami materi-materi.
5.      Dapat mengetahui dengan baik perkembangan teknologi dari awal sampai sekarang.
6.      Dapat mengetahui peran dan fungsi pelajaran KKPI.


D.    MOTTO HIDUP
·       Lebih baik aku mati-matian mencari ilmu diwaktu muda daripada aku harus mati-matian mencari ilmu dimasa tua.
·       Bermaanfaat bagi semua manusia.
·       Jangan pernah meminta selama aku bisa melakukanya.
·       Lebik baik mandiri dari pada dibantu harus jadi budak.
·       Selama kesehatan masih tetap ada aku takan menyerah untuk memberikan yang terbaik bagi kehidupan.



BAB II
PEMBAHASAN

A.   Proses Perkembangan Komputer
Perkembangan teknologi komputer yang dijabarkan di bawah ini di bagi atas empat generasi berdasarkan atas komponen-komponen yang digunakannya, mulai dari yang berukuran “big” hingga mikro yang sejalan juga dengan kerumitan komponennya.

a.      Generasi Pertama
Komputer generasi pertama berawal dari tahun 1942 hingga tahun 1959. Saat ini merupakan zamannya komputer-komputer raksasa, seperti Z3, Colossus, ENIAC, EDVAC, EDSAC, UNIVAC I. Karakteristik komputer pada zaman ini ditandai dengan ukurannya yang hampir sebesar kamar tidur, mengunakan tube vakum dengan jumlah yang amat banyak untuk menyimpan dan memproses perintah atau instruksi, memakan tenaga listrik ribuan watt, menggunakan bahasa mesin dan hanya dapat digunakan oleh orang yang terlatih. Jadi, orang awam tidak akan dapat menggunakannya sehingga komputer jenis ini belum dikomersialisasikan ke khalayak ramai. Hanya perusahaan-perusahaan besar, institusi pendidikan dan instansi pemerintah yang menggunakannya.

b.      Generasi Kedua
Zaman ini dimulai dengan pemakaian transistor dan dioda sebagai pengganti dari tube vakum sehingga sizenya lebih kecil dibandingkan generasi pendahulunya. Penemuan lainnya yaitu penggunaan memori inti magnetik yang berfungsi menyimpan data, sehingga lebih cepat dalam pemrosesan data, serta bahasa mesin telah digantikan dengan bahasa assembly (Fortran dan Cobol) yang memudahkan dalam pengoperasiannya. Beberapa contoh komputer pada masa ini, yaitu Stretch, LARC, DEC PDP-8, IBM 1401, IBM 7090 dan IBM 7094.
c.       Generasi ketiga
Era baru komunikasi komputer mulai menapakkan kakinya pada momentum ini. Sebagian besar perusahaan-perusahaan besar menerapkan sistem on-line dengan menggunakan terminal jarak jauh dalam pemakaian komputer (baca : on-line). Teknologi ini tentunya didukung pula oleh kinerja komputer yang semakin baik dari segi penggunaan hardware maupun software. Penemuan baru di bidang hardware dilakoni dengan munculnya IC (Integrated Circuit) dalam komponen komputer. Karena kelebihannya dalam menyatukan berbagai komponen-komponen dalam suatu chip tunggal sehingga komputer pada saat itu ukuran komputer menjadi semakin kecil tanpa menurunkan kinerja yang dihasilkan, bahkan semakin meningkatkan kinerjanya. Pada bagian software, teknik-teknik pemrograman jamak (Multi Programming) mulai dikembangkan sehingga makin menambah koleksi berbagai bahasa pemrograman yang ada.

d.      Generasi Keempat
Seiring dengan lajunya waktu perkembangan komputer sebagai alat pemrosesan data semakin meningkat pesat terutama pada generasi ini. Pada periode ini berbagai IC disatukan menjadi satu kesatuan membentuk komponen yang disebut dengan VLSI (Very Large Scale IC). Penggunaan perangkat lunak yang semakin mudah dan berkembang mulai diterapkan pada komputer-komputer rumahan, seperti word processing dan spreadsheet. Jaringan internet pun makin luas yang dahulunya hanya dinikmati oleh kelompok-kelompok elite kini sudah bisa digunakan juga oleh masyarakat awam. Penggunaan mikroprosessor kini tidak mutlak lagi digunakan hanya pada komputer melainkan sudah diaplikasikan pada produk-produk elektronik lainnya, seperti televisi dan microwave. Melihat perkembangan dunia komputer yang tingkat pertumbuhannya sangat tinggi mulai dari generasi awal hingga Beberapa teknologi IC pada generasi ini adalah Prosesor 6086, 80286, 80386, 80486, Pentium I, Celeron, Pentium II, Pentium III, Pentium IV, Dual Core, Core to Duo, Quad Core, Core i3, i5, i7, Ivy bridge.



BAB III
PENUTUP

A.   Kesimpulan
7.      Perkembangan teknologi komputer yang dijabarkan di bawah ini di bagi atas empat generasi berdasarkan atas komponen-komponen yang digunakannya, mulai dari yang berukuran “big” hingga mikro yang sejalan juga dengan kerumitan komponennya.
Oleh karena itu, kata dasar komputer berasal dari kata “compute” yang berarti menghitung dengan kata lain komputer berati alat penghitung. Komputer pertama kali ditemukan oleh Charles Babbage, kecerdasannya logika matematikanya yang sangat sepesial membuatnya mampu menciptakan sebuah mesin yang dia sebut dengan nama Analytical Engine pada tahun 1882, sebuah mesin yang berfungsi sebagai alat perhitungan-perhitungan umum.
Diantara teknologi informasi yang hampir disetiap tempat kita temukan computer. Sekarang computer sangat berkembang pesat hampir setiap tahun computer selalu mengalami perkembangan.Orang bisa menggunakan computer dimana saja dirumah, dikafe, disekolah, dan ditempat lainnya. Sedangkan model dan design dari computer itu sendiri juga mengalami perkembangan. Dulu apabila orang ingin menggunakan computer maka hanya bisadikantor atau dirumah, kalau sekarang mereka bias menggunakan komputer tersebut dimana saja yang mereka inginkan.




B.     Saran
Untuk kemajuan teknologi computer maka diharapkan agar perkembangan computer kedepan mampu mengubah pola fikir dan menjadikan masyarakat Indonesia menjadi manusia yang kreatif dan inovatif. Serta tumbuhnya kratifitas hingga menghasilkan suatu karya yang berguna bagi manusia.
Diharapkan dengan adanya teknologi computer dapat dimanfaat sesuai dengan kegunaan sebenarnya yang mampu mempercerdas bangsa bukannya unutk menghancurkan moral moral bangsa.
Kemajuan computer dimasa mendatang diharapkan dapat membantu semua jenis pekerjaan manusia sehingga mereka mampu menyelesaikan pekerjaan mereka dengan cepat karena dimasa depan teknologi akan semakin canggih dan semua pekerjaan dikerjakan dengan system komputerisasi.





Selasa, 07 Februari 2017

Makalah IPS

MAKALAH
DIAJUKAN UNTUK MEMENUHI TUGAS
MATA PELAJARAN
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS)



DI SUSUN OLEH :

1.     AGUNG
2.     DIDIN SUSENO
3.     FAISAL FERDIANSAH
4.     MUHAMMAD IRFAN

Jl.bambu larangan Rt.008/09 kelurahan pegadungan kecamatan kalideres
jakarta barat.


KATA PENGATAR
             Segala puji bagi allah yang telah melimpahkan rahmat kapada kita semua,atas rahmat karunianya dapat menyelesaikan tugas kelompok ilmu pengetahuan sosial tapat pada waktunya,adapun tujuan tugas kelompok ini untuk memenuhi tugas belajar,dengan adanya tugas ini kami sebagai siswa dapat mengetahui berbagai macam informasi yang kami dapatkan dari tugas ini.
            Kami sadar betul,bahwa kami adalah seorang pelajar yang masih banyak kekuranganya,oleh karena itu,dalam penulisan tugas kelompok ini mengharapkan adanya kritik dan saran untuk menumbuhkan semangat yang lebih baik dalam mengerjakan tugas kelompok yang selanjutnya.
            Demikian makalah ini kami susun,semoga bermanfaat bagi kita semua khususnya yang membaca makalah ini,apabila dalam penyusunan kata atau huruf terdapat kesalahan terhadap penulisan kami mohon maaf sebesar-besarnya.









PENULIS

























BAB l
PENDAHULUAN
A.   Latar belakang
         Perkembagan zaman yang sudah tidak bisa dipungkiri lagi adanya,seakan menjadi tantangan tersendiri bagi orang yang tetap bertahan dalam kebiasan dahulu atau tidak mau meninggalkanya,budanya adalah tradisi yang melekat pada suatu unsur masyarakat yang menjadikan ciri khas suatu bangsa atau daerah.Budaya indonesia sangatlah beragam dengan keberagaman itulah indonesia mempunyai banyak suku dan bahasa bukanlah ini menjadi suatu kebanggaan yang sangat besar nilainya,sekarang hanya bagaimana caranya untuk menjaga budanya tersebut tetap lestari dengan berdaban yang baru.
           Adalah tugas bangsa indonesia sendiri agar budaya lain tidak tertelan zaman tidak hanya itu budaya baru pun harus terseleksi agar budaya negatif tidak begitu mudah masuk atau menjamur begitu cepat di kalangan masyarakat,oleh karena itu elemen masyarakat dan pemerintah harus saling bekerja sama dalam melestarikan budaya lokal,baik buruknya suatu perubahan yang terjadi pada zaman tidak akan berpengaruh besar dalam budaya lokal apabila pemerintah dan masyarakat selalu melestarikanya.
          Pada akhirnya budaya lokal bila tidak ada yang memperhatikanya ataupun peduli terhadap budaya lokal maka janganlah heran jika suatu saat nanti yang pasti akan terjadi yaitu kehancuran budaya lokal namun sebaliknya apabila pemerintah dan elemen masyarakat saling berusaha dalam menjaga budaya maka budaya lokal akan tetap eksis tidak tergeser walaupun banyak budaya baru yang masuk keindonesia.


























B.  Rumusan Masalah

a.       Menurut pendapat anda,jelaskan pengertian tentang budaya ?
b.      Apa yang anda ketahui tentang kebudayaan lokal?
c.       Menurut pendapat anda,apa pengaruh globalisasi terhadap kebudayaan indonesia?
d.      Mengapa mentalitas kebudayaan indonesia cenderug ke arah yang negatif?
e.       Coba anda sebutkan mentalitas kebudayaan barat (asing)?

C.  Tujuan

a.       Dapat mengetahui budaya lokal indonesia.
b.      Dapat mengetahui acaman-acaman budaya.
c.       Dapat mengetahui intergritas budaya lokal.
d.      Dapat mengetahui citra bangsa melalui budaya.




A.    PENGERTIAN BUDAYA

Budaya berawal dari kita buddaya yang artinya budi atau akal. Kebudayaan diartikan sebagai sesuatu yang bersangkutan dengan budi dan akal. Kebudayaan dalam bahasa inggris disebut culture, Jerman menyebut kultur, bahasa belandanya kultuur. Maksudnya usaha yang dilakukan pada barang atau daya pikir untuk memperbaiki atau memulihkannya. Di bawah ini adalah beberapa definisi kebudayaan menurut beberapa ahli di antaranya:

a)      Melville J. Herkovits, memandang kebudayaan sebagai suatu yang superorganik karena kebudayaan yang turun-temurun dari generasi ke generasi tetap hidup terus walaupun orang-orang yang menjadi anggota masyarakat senantiasa silih berganti disebabkan kematian dan kelahiran.
b)     A.L. Kroeber dan Clyde Clukhohn, dalam bukunya Culture A Critical Review of Concepts and Definitions dikemukakan bahwa yang di maksud dengan kebudayaan adalah keseluruhan pola-pola tingkah laku dan pola-pola bertingkah laku, baik eksplisit maupun implisit yang diperoleh dan diturunkan melalui simbol yang akhirnya mampu membentuk sesuatu yang khas dari kelompok-kelompok manusia termasuk perwujudannya dalam benda-benda materi.
c)      Koentjaraningrat, mengemukakan bahwa kebudayaan sebagai keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan bermasyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.
d)     E.B. Taylor, kebudayaan merupakan keselruhan yang komplek yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum dan adat istiadat. Kebudayaan juga merupakan kemampuan serta kebiasaan yang didapat oleh masyarakat sebagai anggota masyarakat.
e)      Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, dalam bukunya Setangkai Bunga Sosialogi mengemukakan bahwa kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat. Berdasarkan beberapa definisi para ahli diatas, dapat dikatakan bahwa budaya (kebudayaan) berada dalam alam pikir manusia. Perilaku atau tindakan benda-benda hasil ciptaan manusian adalah perwujudan kreasi manusia sebagai makhluk yang berbudaya, budaya (kebudayaan) dapat digunakan sebagai pedoman atau acuan juga latar belakang tindakan manusia tindakan manusia untuk mempertahankan kelangsungkan hidupya. Tidak semua yang terdapat dalam kebudayaan dapat diwujudkan dalam bentuk perilaku dan benda-benda, tetapi sebaliknya tidak semua perilaku dikategorikan sebagai perwujudan budaya. Kebudayaan selalu berhubungan dengan proses berpikir manusia sebelum bertindak dan menciptakan sesuatu yang digunakan. Dengan demikian, kebudayaan diperoleh seseorang melalui proses belajar dalam kehidupan masyarakat.



B.     PENGERTIAN BUDAYA LOKAL
Menurut J.W. Ajawaila, budaya lokal adalah ciri khas budaya sebuah kelompok masyarakat lokal. Akan tetapi, tidak mudah untuk merumuskan atau mendefiniskan konsep budaya lokal. Menurut Irwan Abdullah, definisi kebudayaan hampir selalu terikat pada batas-batas fisik dan geografis yang jelas. Misalnya, budaya Jawa yang merujuk pada suatu tradisi yang berkembang di Pulau Jawa. Oleh karena itu, batas geografis telah dijadkan landasan untuk merumuskan definisi suatu kebudayaan lokal.
Kebudayaan lokal merupakan bagian dari kebudayaan bangsa. Kebudayaan bangsa adalah kebudayaan yang timbul sebagian buah usaha budi raya rakyat Indonesia seluruhnya. Pengembangan budaya lokal harus menuju ke arah kemajuan adab, budaya, dan persatuan, dengan tidak menolak bahan-bahan baru dari kebudayaan asing yang dapat mengembangkan atau memperkaya kebudayaan bangsa sendiri serta mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa indonesia.
Dari beberapa definisi yang dikemukakan di atas maka dapat diketahui ciri-ciri kebudayaan, antara lain sebagai berikut.
a.       Kebudayaan yang dimiliki manusia diturunkan melalui proses belajar dari tiap individu dalam kehidupan masyarakat.
b.      Kebudayaan merupakan pernyataan persaan dan pikiran manusia
Budaya lokal sering disebut sebagai kebudayaan daerah. Menurut Parsudi Suparlan, secara garis besar ada tiga macam kebudayaan dalam masyarakat Indonesia, yaitu sebagai berikut:
a.       Kebudayaan nasional Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.
b.      Kebudayaan suku bangsa, terwujud pada kebudayaan suku bangsa dan menjadi unsur pendukung bagi lestarinya kebudayaan suku bangsa tersebut.
c.       Kebudayaan umum lokal yang berfungsi dalam pergaulan umum (ekonomi, politik, sosial, dan emosional) yang berlaku dalam lokal-lokal di daerah.
Menurut Hildred Geertz dalam bukunya Aneka Budaya dan Komunitas di Indonesia, di Indonesia saat ini terdapat lebih 300 dari suku bangsa yang berbicara dalam 250 bahasa yang berbeda dan memiliki karakteristik budaya lokal yang berbeda pula. Kemajemukan budaya lokal di indonesia tercermin dari keragaman budaya dan adat istiadat dalam masyarakat. Suku bangsa di Indonesia, seperti suku Jawa, Sunda, Batak, Minang, Timor, Bali, Sasak, Papua, dan maluku memiliki adat istiadat dan bahasa yang berbeda-beda. Setiap suku bangsa tersebut tumbuh dan berkembang sesuai dengan alam lingkungannya.
Keadaan geografis yang terisolir menyebabkan penduduk setiap pulau mengembangkan pola hidup dan adat istiadat yang berbeda-beda. Misalnya, perbedaan bahasa dan adat istiadat antara suku bangsa Gayo-Alas di daerah pegunungan Gayo-Alas dengan penduduk suku bangsa Aceh yang tinggal di pesisir pantai Aceh.

C.    UNSUR-UNSUR BUDAYA
Setiap kebudayaan yang hidup dalam suatu masyarakat terdapat unsur-unsur yang universal, maksudnya unsur-unsur kebudayaan yang dapat diperoleh dalam semua kebudayaan suatu bangsa di dunia. Unsur-unsur ini disebut cultural universal. Ada beberapa pendapat para ahli tentang unsur-unsur kebudayaan di antaranya, menurut:
1.      Bionisslaw Malinowski
Menurut beliau ada empat unsur pokok kebudayaan, yaitu:
a.    Sistem norma-norma yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat agar menyesuaikan dengan alam lingkungannya.
b.   Organisasi ekonomi.
c.    Alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan d. Organisasi kekuatan politik.
2.      Melville J.Herskovits
Ada empat pokok kebudayaan menurut Herskovits, yaitu:
a.    Alat-alat teknologi
b.   Sistem ekonomi
c.    Keluarga
d.   Kekuasaan politik
3.      Clyde Kluckhohn
Ada tujuh pokok unsur kebudayaan menurut Clyde Kluckhohn, yaitu:
a.      Unsur Budaya Agama/Religi
Agama digunakan manusia untuk menghalau kekuatan jahat yang akan mengganggu kehidupannya. Di sini terlihat begitu pentingnya perang agama dalam kehidupan. Olej karena itu, unsur agama ada dalam kebudayaan. Terdapat empat unsur dalam agama atau religi antara lain sebagai berikut:
1)      Tempat upacara agama
Tempat upacara dilakukan ditempat-tempat yang dianggap keramat dan suci, seperti di makam, candi, pura, kuil, gereja, langgar, surau, masjid, dan lain-lain.

2)      Waktu upacara keagamaan.
Waktu pelaksanaan upacara keagamaan dilakukan pada hari-hari penting yang dianggap keramat.
3)      Benda-benda yang digunakan saat upacara keagamaan.
Dalam upacara keagamaan tidak lepas dari benda-benda upacara. Benda-benda tersebut dapat berupa patung-patung yang menggambarkan dewa-dewa, gendang, seruling, gendering, dan lain-lain.
4)      Pemimpin upacara
Dalam melakukan keagamaan tidak lepas dari pemimpin upacara, seperti, ketua, biksu, dukun, pendeta, dan lain-lain.
Selain itu, di dalam upacara-upacara terdapat unsur-unsur penting yang menurut masyarakat harus ada. Unsur-unsur tersebut, antara lain sesaji, kurban, doa, makan bersama, menari tarian suci, menyanyi nyanyian suci, berpawai, memainkan drama suci, berpuasa, minum tuak, bertapa, bersemadi, dan lain-lain. Setiap upacara agama umumnya mencakup semua rangkaian unsur-unsur tersebut. Namun, setiap agama atau kepercayaan tidak menutup kemungkinan memiliki unsur-unsur yang berbeda.
b.      Unsur Budaya Kekerabatan
      Sistem kekerabatan adalah pola kehidupan suatu kelompok masyarakat yang bersifat dan bercirikan kekeluargaan atau kekerabatan karena adanya hubungan pertalian darah, keturunan dari nenek moyang yang sama, dan asal-usul identitasyang sama. Sistem kekerabatan tiap-tiap suku bangsa berbeda beda. Mereka ada yang menerapkan system kekerabatan matrilineal, partri-lineal parental, dan sebagai nya. Pada pertengahan abad ke -19, ahli antrologi L.H. Morgan, E.B.Taylor,dan J.J. Bachofen telah meneliti system kekerabatan yang berlaku di dunia. Dari hasil penelitan meraka, diketahui bahwa sitem kekerbatan manogami yang lazim berlaku di dunia. Selain berlaku system kekerabatan patrilineal ( hubungan keturuan dari garis laku-laki ), matrilineal ( hubungan keturunan dari garis ibu ), tetapi ada pula system kekerabatan bilineal dan ambilineal.
1)      System kekerabatan parental
Parental adalah system kekerabatan yang menarik garis keturunan dari kedua belah pihak, yaitu ayah dan ibu. System kekerabatan ini di anut oleh suku Jawa, Sunda, Bugis, dan, Makasar.
System kekerabatan parental dikelompokan lagi menjadi empat macam, yaitu sebagai berikut:
a)      Ambilineal
Ambilineal adalah system kekerabatn yang menarik garis hubungan keluarga dari pihak ayah atau pihak ibu secara bergantian.
b)      Konsentris
Konsentris adalah system kekerabatan yang menaraik garis hubungan kekeluargaan samapai jumlah tertentu .
c)      Primogenitur
Primogenitur adalah system kekerabatn yang menarik garis keluarga dari ayah atau ibu yang usianya tertua saja ( sulung)
d)     Ultimigenenitur
Ultimogenenitur system kekerabatn yang menarik garis hubungan kekluargaan dari ayah atau ibunya dari usia termuda saja ( bungsu ).
2)      System kekerabatan unilateral
Unilateral adalah sitem kekerabatn yang menarik garis hubungan kekeluargaan dari pihak satu saja, yaitu dari pihak ayah ( patrilineal ) atau pihak ibunya ( matrilineal ). System kekerabatan patrilineal ini di anut oleh suku bangsa Batak, Flores, dan Minahasa, sedangkan system kekerabatan matrilineal di anut oleh bangsa Minangkabau.
3)      System kekerabatan altenerend
Altenerend adalah system kekerabatan yang menarik garis keturunan secara berganti-ganti sesuai dengan pola perkawinan yang di terapkan orang tua. Dalam system kekrabatan altenerend, garis keturunan patrilineal dari ibunya, demikian seterusnya. Di Indonesia tidak di kenal system kekerabatan yang berganti-ganti ini.
Dalam system kkerabatan alterend di kenal tiga perkawinan, yaitu sebagai berikut
a)      Perkawina berdasarkan garis keturunan ibu, disebut kawin semendo
b)      Perkawinan berdasarkan garis keturunan ayah, disebut kawin jujur

c)       Perkawinan berdasarkan garis keturunan ibu atau ayah ( kawin bebas ), disebut kawin semendo rajo-rajo.